2

Alasan Seorang Farah Hulliandini Masuk ITP

Posted by FARAH HULLIANDINI on December 14, 2010 in Uncategorized |

Dulu, saya bahkan ga tahu ada jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan hahahahah. Dan berawallah ceritanya…

Di suatu hari yang mendung, saya harus mengembalikan formulir SIMAK UI 2009. Saya termasuk orang yang bidang minatnya luas, tidak tahu yang harus saya ambil. Dan saat itu, saya tidak terbayang pekerjaan orang dewasa selain dokter dan akuntan hehe. Karena saya suka bingung kalo ngitung duit (mental orang susah kali yaa wkwkwk), jadilah saya mengambil pilihan kedokteran. Tak dinyana, saya ternyata dapetnya jurusan S1 Fisika UI. Dan dengan sangat yakin saya lepas jurusan itu hahahah, karena saya agak geleuh untuk mempelajari ilmu dasar yang terlalu dalam hehehee.

Lalu saya mencoba tes UNPAD. Jurusan yang ditawarkan adalah bidang-bidang pertanian. Dan jerejengjeeng, ternyata ada jurusan S1 Teknologi Pangan. Yang ada dalam pikiran saya adalah: makan gratiiiiis hahahahah. Jadilah saya mengajukan jurusan itu. Alhamdulillah keterima..

Barulah saya mencari-cari, apa sih teknologi pangan itu?

Ilmu pangan adalah suatu disiplin ilmu yang menerapkan dasar-dasar biologi, fisika, kimia dan teknik dalam mempelajari sifat-sifat bahan pangan, penyebab kerusakan bahan pangan dan prinsip-prinsip yang mendasari suatu pengolahan pangan. Sedangkan teknologi pangan adalah suatu bidang keahlian dan bidang profesi yang mencakup aplikasi ilmu dasar antara lain kimia, fisika dan mikrobiologi, serta prinsip-prinsip keteknikan (engineering), ekonomi dan manajemen pada seluruh mata rantai penggarapan bahan pangan dari sejak dipanen sampai menjadi hidangan, yang meliputi meliputi aspek-espek pengembangan pangan baru, penanganan bahan mentah, pengolahan, pengawetan, penyimpanan dan pengemasan, pemasaran (distribusi, penilaian mutu), pemanfaatan (aseptabilitas dan nilai gizi) dan kesehatan masyarakat agar bahan pangan dapat digunakan seefisien mungkin untuk kesejahteraan umat manusia.

Industri pangan termasuk sektor yang berkembang pesat dan memiliki kontribusi penting dalam perekonomian Indonesia. Terbukti semasa krisis ekonomi, sektor agroindustri di Indonesia tetap mampu bertahan bahkan bisa berkembang. Program studi Teknologi Pangan bertujuan mendidik dan membekali calon sarjana dengan ilmu pengetahuan dan teknologi pemanfaatan maupun pengolahan sumber pangan, termasuk bagaimana menjamin keamanannya. Lulusan program ini diharapkan dapat berperan sebagai tenaga profesional di bidang pengolahan pangan dan berkontribusi positif dalam pertumbuhan pangan.

Lalu, atas dorongan orang tua dan teman-teman, saya mencoba S1 Ilmu dan Teknologi Pangan IPB lewat tes SNMPTN. Alhamdulillah dapat lagi, dan berhubung peringkat IPB lebih tinggi daripada UNPAD pada bidang pertaniannya, saya mengambil IPB!

Barulah saya mencari-cari,  apa yang akan dipelajari nanti?

Tercapainya kompetensi lulusan adalah kemampuan untuk menjelaskan, menganalisis dan mensintesis dasar-dasar ilmu pangan, teknologi pangan dan gizi (kimia, biokimia pangan dan gizi, mikrobiologi pangan dan rekayasa proses dan industri pangan) yang meliputi:

  • Interaksi kimia antar komponen pangan, bahan tambahan pangan, komponen fungsional dan pengaruhnya selama pengolahan, serta pengendaliannya untuk menghasilkan produk pangan yang bermutu dan aman.
  • Teknik pengolahan pangan, pengembangan, perancangan dan optimasi proses dan produk pangan, mencakup aspek peralatan dan sistem produksi, pengemasan, pelabelan, dan distribusinya.
  • Interaksi mikroba dan pangan dalam proses pengawetan dan pengolahan pangan untuk menghasilkan produk pangan bermutu dengan jaminan keamanan pangan, serta pengendalian pertumbuhan dan metabolisme mikroba untuk keperluan produksi ingredien pangan.
  • Interaksi berbagai komponen pangan, gizi dan non gizi pada metabolisme, kesehatan dan kebugaran manusia serta disain produk pangan fungsional.
  • Sistem manajemen, jaminan mutu dan keamanan pangan; sistem akuisisi, distribusi dan perdagangan pangan; peraturan dan perundangan pangan, analisa tekno-ekonomi, pengembangan rekayasa industri pangan, manajemen informasi dan inovasi industri pangan.

Pekerjaan apa yang bisa dimasuki?

Lulusan sarjana Mayor Teknologi Pangan dapat bekerja di bidang sektor pangan, seprti di industri pengolahan pangan, industri ingredien pangan, industri peralatan pengolahan pangan, industri pengemasan pangan, pusat pelayanan informasi bidang pangan, lembaga penelitian, lembaga pendidikan, distributor pangan (retail), jasa boga, jurnalistik, konsultan dan lembaga swadaya masyarakat.

Lulusan Mayor Teknologi Pangan juga diperlukan untuk menempati posisi di instansi pemerintahan, terutama yang berhubungan dengan kebijakan, riset dan implementasinya dalam hal pengembangan industri pangan, keamanan pangan, gizi, standarisasi mutu pangan, kebutuhan pangan nasional, penyuluhan, dll. Di samping itu lulusan Mayor Teknologi Pangan juga dibekali dengan keterampilan yang diperlukan untuk berwirausaha dalam bidang industri pangan.

ITP IPB juga telah memperoleh akreditasi dari IFT (International Food Technology), dan merupakan jurusan pertama di luar Amerika Utara yang mendapat akreditasi ini.

Berbekal dari informasi-informasi itulah, saya yakin menjalani kehidupan selanjutnya di Ilmu dan Teknologi Pangan IPB! :D

Daftar Pustaka

http://ilmupangan.blogspot.com/

http://itp.ub.ac.id/

http://itp.fateta.ipb.ac.id/

http://www.unika.ac.id/progdi/pangan/index.htm

Copyright © 2010-2015 farahh09's blog All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.3, from BuyNowShop.com.